REDELONG – Solidaritas dan kepedulian yang terjalin di antara para eks karyawan perusahaan kehutanan yang pernah beroperasi di dataran tinggi Gayo pada era 1990-an hingga kini tetap terjaga.
Ikatan kebersamaan tersebut diwujudkan melalui aksi nyata dengan memberikan bantuan untuk mendukung perbaikan akses jalan dan jembatan Enang-Enang yang rusak akibat banjir bandang pada 26 September 2025 lalu.
Bantuan tersebut berasal dari para eks karyawan PT Alas Helau, PT Kiani Sakti, PT Tusam Hutani Lestari (THL), dan PT Kertas Kraft Aceh (KKA).
Melalui penggalangan donasi, mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp16 juta yang kemudian diserahkan langsung kepada tim pengelola perbaikan akses jalan dan jembatan Enang-Enang, Minggu (28/6).
Rombongan eks karyawan disambut oleh Sahrial Abadi bersama rekan-rekannya di lokasi jembatan Enang-Enang.
Penyerahan bantuan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus dukungan terhadap upaya pemulihan akses transportasi yang menjadi urat nadi aktivitas warga.
Solidaritas Melampaui Batas Daerah
Tokoh senior eks karyawan, Ir. Sulistiyotomo, mengatakan dana yang diserahkan merupakan hasil donasi dari para mantan karyawan yang kini tersebar di berbagai daerah, seperti Jakarta, Surabaya, Kalimantan, Aceh, Sumatera Utara, serta Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Menurut pria yang akrab disapa Sulis itu, para penyumbang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan kawasan Enang-Enang karena semasa perusahaan masih beroperasi mereka setiap hari melintasi jalur tersebut.
“Donasi ini merupakan wujud kepedulian dan rasa memiliki terhadap Enang-Enang. Kami berharap bantuan ini dapat membantu penyediaan material maupun kebutuhan lainnya sehingga akses jalan dan jembatan dapat segera difungsikan kembali demi kelancaran aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Sekda Buka Pelatihan Vokasi Nasional di BLK Redelong
Sementara itu, Sahrial Abadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian para eks karyawan perusahaan kehutanan tersebut.
Menurutnya, bantuan yang diberikan akan dimanfaatkan untuk mendukung perbaikan jalan dan jembatan Enang-Enang agar kembali dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Dana ini akan digunakan untuk mendukung perbaikan akses jalan dan jembatan serta berbagai kebutuhan lainnya di lapangan,” kata Sahrial.
Koordinator lapangan eks karyawan, Maskura (55), menambahkan bahwa selain menyerahkan hasil donasi, pihaknya juga berencana melakukan penanaman pohon pinus di sekitar kawasan jembatan Enang-Enang sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Aksi sosial tersebut menjadi bukti bahwa meski telah lama tidak lagi bekerja di perusahaan-perusahaan kehutanan yang pernah berjaya di dataran tinggi Gayo.
Ssemangat kebersamaan dan kepedulian para eks karyawan terhadap daerah yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka tetap terpelihara dan terus diwujudkan melalui berbagai aksi nyata. (Uri)













