Sekda Buka Pelatihan Vokasi Nasional di BLK Redelong

Redelong  – Sebanyak 42 peserta dari berbagai daerah mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional Batch II yang digelar di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Redelong, Jumat (26/6/2026). Tingginya antusiasme peserta, termasuk yang datang dari luar Provinsi Aceh, menjadi bukti semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap program pelatihan yang diselenggarakan BLK Redelong.

Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bener Meriah, Riswandika Putra. Dari total peserta, sebanyak 13 orang merupakan laki-laki dan 29 perempuan yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh serta luar daerah.

Turut hadir dalam kegiatan itu Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Bener Meriah, Khairmansyah, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Abdul Kadir, Kepala DPMPTSP Kamaruddin, serta Plt Kepala Dinas Perdagangan Rahmayanti.

Dalam arahannya, Riswandika menegaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

Menurutnya, kesempatan mengikuti pelatihan harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan menyerap seluruh materi yang diberikan instruktur, sekaligus aktif berdiskusi untuk memperluas wawasan dan pengalaman.

“Pelatihan vokasi ini sangat penting sebagai bekal meningkatkan keterampilan dan kompetensi. Saya berharap seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh serta aktif berdiskusi, baik sesama peserta maupun dengan para pelatih. Dari diskusi itu akan lahir pengetahuan dan pengalaman baru,” kata Riswandika.

Ia juga mengingatkan peserta, khususnya pada kejuruan pembuatan roti dan kue, agar tidak berhenti pada kemampuan teknis semata. Inovasi, kata dia, menjadi kunci agar produk memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasaran.

Riswandika mendorong lahirnya produk-produk yang mengangkat identitas daerah, seperti menghadirkan roti dan kue dengan sentuhan motif Kerawang Gayo atau kreasi lain yang mencerminkan kekayaan budaya Bener Meriah.

“Kalau produk kita memiliki ciri khas daerah, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri. Bukan hanya enak dinikmati, tetapi juga bernilai ekonomi dan dapat menjadi media promosi budaya Bener Meriah,” ujarnya.

Melalui Pelatihan Vokasi Nasional Batch II ini, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berharap lahir tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan siap memasuki dunia kerja. Di sisi lain, pelatihan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang memanfaatkan potensi lokal sebagai kekuatan ekonomi daerah.

Dengan peningkatan kualitas SDM yang berkelanjutan, Bener Meriah diharapkan mampu menciptakan lebih banyak peluang kerja, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tengah perkembangan dunia usaha dan industri. (Gona)