Berita  

Angka Kemiskinan di Bener Meriah Menurun

angka Kemiskinan Bener Meriah
Bupati Bener Meriah, Ir. Tagore Abubakar

Penurunan kemiskinan Bener Meriah tak lagi sekadar angka di atas kertas. tingkat kemiskinan Bener Meriah turun dari 18,18 persen menjadi 16,20 persen, sebuah sinyal bahwa berbagai program pemberdayaan dan kerja bersama lintas sektor mulai membuahkan hasil nyata.

BENER MERIAH- Udara pagi di Bener Meriah selalu menyimpan cerita. Embun yang menggantung di pucuk-pucuk kopi, dengung aktivitas pasar, hingga geliat warga yang terus mencari cara memperbaiki hidup.

Tahun ini, kabar baik datang menyertai langkah warga: angka kemiskinan di daerah berhawa sejuk itu akhirnya menurun cukup signifikan.

 BACA JUGA : POBSI Bener Meriah Ajak Atlet Lokal Ramaikan Kejuaraan Biliar Aceh 2025

Data terbaru menunjukkan, tingkat kemiskinan Bener Meriah turun dari 18,18 persen pada 2024 menjadi 16,20 persen pada 2025. Angka ini bukan sekadar statistik.

Ia adalah cerminan dari rumah-rumah yang kini mulai lebih terang di malam hari, dapur yang lebih sering berasap, serta keluarga yang perlahan punya harapan baru.

Di balik catatan statistik itu, ada dinamika kerja besar yang dilakukan banyak pihak. Tenaga Ahli Bupati Bener Meriah, Drs. T. Islah, M.Si, menyebut penurunan kemiskinan ini bukan hasil instan.

“Ketika program pemerintah atasan, pemerintah daerah, dan ekonomi rakyat saling mendukung, hasilnya semakin terlihat. InsyaAllah kehidupan ekonomi masyarakat Bener Meriah akan semakin baik dan angka kemiskinan dapat terus ditekan,” tuturnya.

Islah menggambarkan adanya irama kerja yang selaras antara pemerintah pusat dan daerah.

Bantuan sosial terarah, program ketahanan pangan nasional, serta pembangunan infrastruktur dasar berjalan seiring dengan upaya lokal seperti pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan ekonomi desa.

Sinergi ini mungkin tak selalu tampak oleh mata, tetapi dampaknya terasa bagi warga yang merasakan perubahan di tingkat akar rumput.

Di sisi lain, Bupati Bener Meriah, Ir. Tagore Abubakar, menyadari bahwa menurunkan angka kemiskinan bukan sekadar memberikan bantuan sesaat.

Ia menekankan pendekatan jangka panjang yang berbasis pemberdayaan.

“Salah satu fokus kita adalah mendorong masyarakat untuk mengembangkan komoditas bernilai tinggi seperti tanaman nilam,” ungkapnya.

Nilam, yang aromanya terkenal hingga pasar internasional, dinilai dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi banyak keluarga di dataran tinggi Gayo tersebut.

Pemerintah daerah menyiapkan dukungan lengkap: pelatihan, bibit, pendampingan teknis, hingga fasilitasi pemasaran.

“Kita ingin masyarakat memiliki keterampilan, akses, dan peluang usaha yang lebih baik. Ketika masyarakat berdaya, angka kemiskinan akan turun dengan sendirinya,” tegas Tagore.

Tak hanya di sektor pertanian, Bener Meriah juga mendorong pertumbuhan usaha kecil, produk olahan lokal, serta pengembangan ekonomi desa. Semua bergerak dalam satu tujuan besar: menciptakan masyarakat yang lebih mandiri.

Selain fokus pada ekonomi produktif, Pemkab Bener Meriah juga membenahi layanan dasar.

Pendidikan yang lebih layak, akses kesehatan yang lebih dekat, air bersih yang lebih merata, hingga ruas-ruas jalan desa yang diperbaiki.

Infrastruktur sederhana seperti irigasi dan pasar desa disebut memberi efek domino bagi aktivitas ekonomi warga.

Optimisme pun tumbuh. Bupati Tagore yakin, dengan kesinambungan program dan dukungan lintas sektor, Bener Meriah dapat kembali menurunkan angka kemiskinan dalam beberapa tahun ke depan.

Penurunan dari 18,18 persen menjadi 16,20 persen mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang.

Namun bagi warga yang kini mulai punya tambahan penghasilan, bagi keluarga yang mampu membeli perlengkapan sekolah baru, atau bagi petani yang melihat hasil kebunnya lebih dihargai, angka itu adalah harapan.

Harapan bahwa Bener Meriah sedang berjalan ke arah yang benar—menuju ekonomi yang lebih inklusif, masyarakat yang lebih berdaya, dan masa depan yang lebih cerah bagi seluruh warganya.(wen) nescafe