Redelong — Libur Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momen yang ditunggu untuk berwisata bersama keluarga. Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah pun tetap menjadi tujuan favorit, berkat pesona alam yang dimiliki.
Di Aceh Tengah, objek wisata seperti Danau Laut Tawar, Bur Telege, hingga Arung Jeram Lukup Badak masih ramai diminati. Sementara di Bener Meriah, destinasi seperti Batu Lepes, pemandian air panas, hingga taman rekreasi dan kafe alam tetap menjadi pilihan masyarakat mengisi libur Lebaran.
Di tengah kondisi tersebut, bencana banjir bandang dan tanah longsor memang sempat berdampak pada sejumlah infrastruktur, seperti jalan dan jembatan, bahkan beberapa objek wisata.
Namun demikian, geliat pariwisata di Bener Meriah belum padam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Bener Meriah, Sukri Tomtars, menyampaikan bahwa hingga empat hari pasca Lebaran 2026, kunjungan wisata masih terpantau aman dan relatif stabil.
“Alhamdulillah, kunjungan masih stabil, meski tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi dampak bencana hidrometeorologi yang menyebabkan akses jalan dan jembatan belum sepenuhnya pulih, khususnya jalur dari dan menuju Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara.
Sejumlah destinasi yang masih beroperasi di antaranya Gerbux Waterpark Kampung Kenine, Batu Lepes Lampahan, Pemandian Air Panas Simpang Balik, Seladang Coffee Jamur Ujung, Pentago Garden Blang Panas, serta Pemandian Alam Umah Besi.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Nomor 214/2026 tentang penyelenggaraan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah.
Melalui edaran tersebut, para pelaku wisata diimbau untuk mengutamakan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengunjung, menerapkan SOP serta standar K3 secara ketat, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
Selain itu, pengelola juga diminta menyediakan informasi yang jelas, fasilitas pendukung seperti area istirahat, parkir, dan tempat sampah, serta memperhatikan kapasitas pengunjung guna menjaga kenyamanan dan kelestarian lingkungan.
Dengan berbagai upaya tersebut, sektor pariwisata di Bener Meriah diharapkan tetap bergerak dan memberi rasa aman bagi masyarakat yang menikmati libur Lebaran, meski di tengah situasi pascabencana.(Gona).













