Berita  

Aktivitas Gunung Burni Telong Menurun, Badan Geologi Cabut Status Waspada

Aktivitas Gunung Burni Telong

Bener Meriah — Setelah hampir satu bulan berstatus Waspada (Level II), aktivitas Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, kini menunjukkan penurunan signifikan.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menurunkan status gunung api tersebut menjadi Level I (Normal) sejak 1 November 2025 pukul 12.00 WIB.

Badan Geologi mendasarkan penurunan status ini pada hasil pemantauan visual dan instrumental.

Laporan resmi Badan Geologi Nomor 138/GL.03/BGL/2025 mencatat berkurangnya aktivitas kegempaan  di sekitar puncak Gunung Burni Telong.

Petugas mencatat penurunan jumlah gempa tektonik lokal dan gempa vulkanik dalam dibandingkan periode peningkatan aktivitas pada 22 September 2025.

Kepala Badan Geologi, Dr. Ir. Muhammad Wafid A.N., M.Sc., menyebutkan pengamatan selama Oktober 2025 menunjukkan aktivitas kegempaan bersifat fluktuatif namun cenderung menurun.

Petugas tidak menemukan tanda peningkatan tekanan dari tubuh gunung, sementara aktivitas asap kawah tetap berada pada kategori rendah.

“Data pemantauan menunjukkan tidak adanya indikasi peningkatan tekanan magma. Aktivitas permukaan juga relatif stabil,” tulis laporan tersebut.

Gunung Burni Telong merupakan gunung api bertipe strato dengan ketinggian 2.624 meter di atas permukaan laut.

Gunung ini berada di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, dan termasuk dalam wilayah administratif Provinsi Aceh.

22 September 2025, Badan Geologi menaikkan status Gunung Burni Telong dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada) Setelah mendeteksi peningkatan aktivitas kegempaan.

Setelah melakukan pemantauan intensif, petugas mendapati kondisi gunung kembali stabil dan tekanan regional maupun internal terus menurun.

Meski status gunung telah kembali normal, Badan Geologi tetap mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk tidak bermalam maupun beraktivitas di sekitar kawah aktif, fumarola, atau solfatara.

Cuaca mendung dan hujan deras berpotensi meningkatkan konsentrasi gas beracun yang dapat membahayakan keselamatan.

Badan Geologi memastikan petugas terus melakukan pemantauan secara berkelanjutan.

Jika petugas mendeteksi perubahan signifikan, baik secara visual maupun kegempaan, Badan Geologi akan segera meninjau kembali status Gunung Bur Ni Telong.

Masyarakat dapat memperoleh informasi resmi melalui Pos Pengamatan Gunungapi Burni Telong di Desa Serule Kayu, atau menghubungi nomor 0823-1182-7265.detik

Dengan penurunan status ini, pemerintah mengimbau masyarakat di sekitar kawasan gunung untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan selalu mengikuti arahan resmi dari instansi terkait .(wen)

Baca Juga : Di Tengah Bencana, Dua Prajurit TNI Memangul Harapan Anak Kembar