AWPF Mulai Program CFLI, Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Bener Meriah

Redelong – rakyatgayo.com | Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) memulai Program Canada Fund for Local Initiatives (CFLI) 2026–2027 yang mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Kanada.

Kick-Off Meeting program tersebut digelar di Aula Mahperilungi, Kabupaten Bener Meriah, Jumat (21/8/2026), dengan mengangkat tema “Kepemimpinan Perempuan untuk Ketahanan Ekonomi dan Perlindungan dari Kekerasan Berbasis Gender.”

Kegiatan itu melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Bener Meriah, Edi Jaswan, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Kejaksaan Negeri, Unit PPA Polres Bener Meriah, petua adat, aparatur kampung, reje dari 10 desa, kelompok dampingan AWPF, komunitas KPCD serta pendamping komunitas.

Program CFLI ini menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama lintas pihak dalam mendorong perempuan agar lebih berperan dalam kepemimpinan di tingkat kampung.

Selain kepemimpinan, AWPF juga mendorong penguatan ketahanan ekonomi serta perlindungan perempuan dan kelompok rentan dari kekerasan berbasis gender.

Direktur AWPF, Irma Sari, mengatakan keberhasilan program tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Menurutnya, dukungan pemerintah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan.

“Kepemimpinan perempuan di desa tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan pemerintah, pemangku adat, aparat penegak hukum, pemerintah kampung, komunitas dan masyarakat,” kata Irma.

Ia menjelaskan, penguatan kepemimpinan perempuan harus dilakukan bersamaan dengan peningkatan ketahanan ekonomi dan tersedianya sistem perlindungan yang aman serta responsif terhadap kebutuhan perempuan.

“Perempuan harus memiliki ruang untuk berperan dan mengambil keputusan. Karena itu, kolaborasi semua pihak menjadi bagian penting dari program ini,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung secara partisipatif dengan difasilitasi Abdullah Abdul Muthalib, fasilitator yang selama ini memiliki perhatian terhadap isu perempuan dan kelompok rentan.

Kick-Off Meeting kemudian ditutup dengan penandatanganan Piagam Komitmen oleh para pihak yang hadir.

Piagam tersebut menjadi bentuk kesepakatan bersama untuk mendukung kepemimpinan perempuan di kampung, memperkuat ketahanan ekonomi, serta meningkatkan perlindungan perempuan dan kelompok rentan dari kekerasan berbasis gender.

Tentang AWPF

Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) berdiri pada 28 April 2009 dan fokus pada penguatan kapasitas perempuan akar rumput, hak-hak perempuan, perdamaian, perlindungan perempuan dan anak, pencegahan kekerasan berbasis gender, pemberdayaan ekonomi serta advokasi kebijakan yang responsif gender.

Melalui kerja bersama masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan, AWPF terus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih adil, damai, aman dan setara, khususnya bagi perempuan dan kelompok rentan. (Gona )