Redelong – Bupati Tagore memaparkan solusi permanen Jembatan Enang-Enang saat menjadi narasumber dialog interaktif Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh, Senin (3/8/2026).
Talk show berlangsung secara daring dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube RRI Banda Aceh, menghadirkan pembahasan mendalam mengenai kondisi jembatan tersebut.
Forum mengangkat tema “Mengurai Polemik Jembatan Enang-Enang: Menjaga Konektivitas, Menjamin Keselamatan, Membangun Solusi Permanen” sebagai fokus utama pembahasan bersama narasumber.
Kegiatan menghadirkan pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk membangun kesamaan pandangan dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur yang berdampak luas masyarakat.
Selain Bupati Bener Meriah, dialog menghadirkan Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh, Ir. Zulkarnaini, S.P., sebagai narasumber utama.
Kedua narasumber menjelaskan kondisi terkini Jembatan Enang-Enang sekaligus memaparkan langkah strategis mempercepat penanganan demi menjamin keselamatan pengguna jalan seluruhnya.
Mereka juga menjawab berbagai pertanyaan masyarakat mengenai kondisi jembatan, kebijakan pemerintah, serta rencana pembangunan infrastruktur jangka panjang berkelanjutan.
Bupati Tagore Tegaskan Komitmen Bangun Solusi Permanen
Bupati Tagore menegaskan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah terus memperkuat koordinasi bersama BPJN Aceh mempercepat pembangunan solusi permanen jembatan tersebut.
Menurutnya, komunikasi intensif dengan pemerintah pusat menjadi langkah penting agar seluruh proses penanganan berjalan efektif, terukur, serta berkelanjutan bersama.
Ia menilai keberadaan Jembatan Enang-Enang sangat strategis karena menghubungkan berbagai wilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setiap harinya secara berkelanjutan.
Karena itu, pemerintah tidak hanya memikirkan penanganan sementara, melainkan memastikan pembangunan jembatan permanen benar-benar memenuhi standar keselamatan nasional seluruhnya.
Tagore mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan infrastruktur yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah secara konsisten.
Baca Juga : Paripurna DPRK Setujui Pertanggungjawaban APBK 2025 dan Qanun Majelis Adat Gayo
Pemerintah daerah juga terus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai perkembangan penanganan agar tidak muncul kesalahpahaman maupun informasi yang menyesatkan publik.
Ia mengajak seluruh pihak mendukung proses pembangunan dengan menjaga komunikasi serta memberikan masukan konstruktif demi kepentingan masyarakat bersama ke depan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat menjadi modal penting menghadirkan infrastruktur yang aman, tangguh, serta berkelanjutan nantinya.
Tagore menegaskan pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat jangka panjang, bukan sekadar menyelesaikan persoalan sementara yang berpotensi kembali muncul kemudian.
Dalam dialog tersebut, BPJN Aceh menyampaikan komitmen mendukung percepatan penanganan sesuai kewenangan serta ketentuan teknis pembangunan infrastruktur jalan nasional berlaku.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan Jembatan Enang-Enang yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.
Pembangunan permanen dinilai menjadi solusi terbaik untuk menjaga konektivitas wilayah sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Bener Meriah berkelanjutan.
Forum dialog juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai tahapan pembangunan sehingga publik memahami setiap proses yang sedang dijalankan pemerintah bersama.
Melalui dialog interaktif tersebut, pemerintah berharap masyarakat memperoleh informasi akurat mengenai kondisi terkini Jembatan Enang-Enang beserta langkah penanganannya secara menyeluruh.
Pemerintah optimistis kolaborasi seluruh pemangku kepentingan akan mempercepat terwujudnya jembatan permanen yang aman, andal, serta mendukung pembangunan daerah berkelanjutan. (uri)















