Kisah Pencurian Misterius – Suasana Kampung Pondok Gajah, Kecamatan Bandar, berubah tegang pada Minggu (5/10/2025).
Seorang warga bernama Indah Purwanti (26) kehilangan emas dan uang senilai lebih dari Rp40 juta setelah rumahnya dibobol secara misterius.
Peristiwa ini kemudian dikenal warga sebagai Kisah Pencurian Misterius di Pondok Gajah.
Pagi itu, sekitar pukul 08.00 WIB, Indah bersama keluarganya pergi ke Sungai Kanis untuk mencuci tikar. Sebelum berangkat, ia mengunci seluruh pintu rumah.
Saat mereka pulang pukul 15.00 WIB, pintu samping tidak bisa dibuka karena terkunci dari dalam.
Indah masuk melalui pintu belakang dan langsung melihat ruang tamu berantakan. Lemari terbuka, perhiasan hilang, dan dua tas lenyap.
Dari hasil pengecekan, pelaku mengambil uang tunai Rp1 juta, gelang emas 10 gram, dua cincin emas masing-masing 8 dan 5 gram, serta dua tas selempang.
Baca Juga :PWI Bener Meriah Mantapkan Komitmen, Dari Seremoni ke Aksi Nyata
“Rumah masih terkunci waktu kami pergi, tapi waktu pulang semuanya sudah acak-acakan,” kata Indah dengan nada sedih.
Kapolsek Bandar, Iptu Dede Moerdhany, S.H., langsung menurunkan tim untuk menyelidiki kasus ini.
Polisi Telusuri Jejak pelaku dengan mengumpulkan keterangan dari warga sekitar dan memeriksa sejumlah lokasi yang dicurigai sebagai jalur keluar pelaku.
“Kami terus menelusuri setiap petunjuk yang bisa mengarah pada pelaku,” ujar Iptu Dede. Ia juga meminta warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
Polsek Bandar menduga pelaku sempat memantau aktivitas korban sebelum beraksi.
“Kami menduga pencuri sudah tahu kapan rumah ditinggalkan. Kami sedang melacak pergerakan pelaku di sekitar kampung,” tambahnya.
Selain itu, Iptu Dede mengimbau pemilik toko emas di Bener Meriah untuk segera melapor jika ada orang menjual gelang rantai 10 gram, cincin motif pasir 8 gram, atau cincin motif lilit 5 gram.
Peristiwa pencurian misterius di Pondok Gajah membuat warga semakin berhati-hati. Banyak keluarga kini memastikan pintu dan jendela tertutup rapat sebelum bepergian.acehtourism
“Dulu kami merasa aman, sekarang tidak lagi. Bahkan kalau keluar sebentar pun, pintu tetap kami kunci,” kata salah satu warga Dusun Rahayu.(wen)












