Berita  

Sekda Bener Meriah Dukung Aktivasi Pos SAPA untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

Aktivasi
Sekda Bener Meriah, Riswandika Putra, S.STP., M.AP., menerima kunjungan Tim Kementerian PPPA dalam rangka membahas rencana aktivasi Pos SAPA untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Bener Meriah.

REDELONG – Sekretaris Daerah Bener Meriah, Riswandika Putra, S.STP., M.AP., mendukung aktivasi Pos SAPA untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak.

Dukungan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan kerja Tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) di ruang kerjanya, Rabu (14/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas rencana aktivasi Pos SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) sebagai upaya memperkuat pelayanan serta perlindungan bagi masyarakat di Kabupaten Bener Meriah.

Riswandika menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dalam mendukung pelaksanaan program perlindungan perempuan dan anak.

Menurutnya, kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga masyarakat menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan perlindungan hingga tingkat masyarakat.

Aktivasi Pos SAPA Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Riswandika berharap Aktivasi Pos SAPA tidak sekadar menjadi agenda kegiatan, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

Ia menilai keberadaan Pos SAPA berpotensi meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan keselamatan, keamanan, serta pemenuhan hak perempuan dan anak.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mencegah kekerasan, membangun lingkungan aman, dan memberikan perhatian kepada kelompok rentan.

Selain itu, keberadaan Pos SAPA diharapkan mampu mendorong koordinasi antarpihak dalam memberikan dukungan serta perlindungan yang lebih baik bagi perempuan dan anak.

Pemkab Bener Meriah juga berharap sinergi dengan Kementerian PPPA dan lembaga masyarakat dapat berlangsung berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan berbagai upaya perlindungan berjalan efektif, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan perempuan dan anak di daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Tim Kementerian PPPA yang hadir terdiri atas Muhammad Soleh, Prima Dea Pangestu, Eric Ariyanto, Ajeng Dinantika Rahayu, dan N. Vanesha Aranti Putri RK.

Baca Juga : Bupati Tagore Ungkap Sejarah dan Budaya Gayo dalam Dialog Budaya 2026

Rombongan turut dihadiri perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Aceh, yakni Mizan dan Nurjanisah, serta perwakilan lembaga masyarakat Geutanyoe, Alfadhil dan Mahlizar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Bener Meriah, Edi Jaswin, S.KM., M.Si., juga menghadiri pertemuan tersebut bersama jajarannya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung rencana pelaksanaan program perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Bener Meriah.

Melalui rencana aktivasi Pos SAPA, pemerintah daerah berharap tercipta lingkungan yang lebih aman, peduli, dan ramah bagi perempuan serta anak.

Pemkab Bener Meriah berkomitmen mendukung langkah kolaboratif tersebut untuk meningkatkan kualitas perlindungan dan mendorong pemenuhan hak perempuan serta anak secara berkelanjutan. (wen)