Redelong – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bengi menerima bantuan bahan kimia Poly Aluminium Chloride (PAC) sebanyak 6 ton atau 6.000 kilogram dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) bencana hidrometeorologi.
Bantuan tersebut diserahkan di Kantor Perumda Tirta Bengi, Sabtu (13/6/2026), dan diterima oleh Plt Direktur Perumda Tirta Bengi melalui Kepala Bagian Teknik, Fadli Hasri.
Bantuan PAC merupakan bagian dari dukungan pemerintah dalam percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Bener Meriah beberapa waktu lalu. Bahan kimia tersebut menjadi komponen penting dalam proses pengolahan air baku menjadi air bersih yang layak didistribusikan kepada pelanggan.
Kepala Bagian Teknik Perumda Tirta Bengi, Fadli Hasri, mengatakan total bantuan PAC yang dialokasikan Satgas PRR mencapai 12 ton. Namun, pendistribusiannya dilakukan secara bertahap.
“Total bantuan yang diberikan sebanyak 12 ton. Pada tahap pertama ini telah disalurkan 6 ton atau 6.000 kilogram, sementara 6 ton sisanya akan disalurkan pada tahap berikutnya,” ujar Fadli.
Menurutnya, ketersediaan PAC sangat vital bagi operasional perusahaan, terutama untuk menjaga kualitas air yang diproduksi dan disalurkan kepada masyarakat.
“PAC digunakan dalam proses penjernihan air. Dengan tersedianya bahan ini, pelayanan air bersih kepada pelanggan dapat terus berjalan dengan baik,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Satgas PRR atas bantuan yang diberikan. Dukungan tersebut dinilai sangat membantu Perumda Tirta Bengi dalam menjaga keberlangsungan proses pengolahan air di tengah upaya pemulihan dampak bencana.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berharap bantuan tersebut dapat memperkuat operasional Perumda Tirta Bengi serta memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Satgas PRR, dan Perumda Tirta Bengi, proses rehabilitasi dan pemulihan pascabencana di Kabupaten Bener Meriah diharapkan berjalan optimal, sehingga pelayanan dasar kepada masyarakat, khususnya akses air bersih, tetap terjaga secara berkelanjutan. (Gona)













