REDELONG (RG) – Suara Tembakan membahana di kompleks Kantor Bupati Bener Meriah, Selasa (29/9/2026) pagi, dalam simulasi latihan puncak.
Puluhan prajurit Batalyon Infanteri 114/Satria Musara bergerak cepat, senyap, dan terukur menjalankan skenario pembebasan 15 sandera.
Aksi mencekam tersebut merupakan bagian dari Simulasi Latihan Puncak Yonif 114/SM untuk menguji kesiapsiagaan operasional prajurit.
Latihan digelar guna menjaga, memelihara, sekaligus meningkatkan kemampuan taktis prajurit menghadapi ancaman berintensitas tinggi di wilayah Bener Meriah.
Skenario latihan menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat yang memburuk sehingga memicu peningkatan kriminalitas dan aksi anarkis kelompok bersenjata.
Situasi kemudian memuncak ketika kelompok tersebut menerobos pusat pemerintahan dan menyandera belasan pejabat daerah, termasuk Bupati Bener Meriah.
Suara Tembakan Mengiringi Operasi Pembebasan Sandera
Menanggapi situasi kritis tersebut, Danyonif 114/SM Letkol Inf Fahrul Yuza, S.H., M.I.P., bertindak sebagai Komandan Latihan.
Ia memerintahkan tindakan taktis darurat setelah kelompok bersenjata menguasai kompleks Kantor Bupati Bener Meriah.
Dalam waktu singkat, tim khusus dibentuk untuk menyusun rencana penyerbuan dan membebaskan seluruh sandera dari lokasi penyekapan.
Untuk menunjang operasi pertempuran jarak dekat, satuan mengerahkan dua kendaraan taktis PJD dan 10 sepeda motor trail.
Seluruh armada bergerak mengepung lokasi sasaran secara serentak dengan menerapkan strategi penyerbuan yang telah disiapkan sebelumnya.
Setibanya di lokasi, kontak senjata terjadi. Kelompok bersenjata yang berada di sejumlah pos kemudian dilumpuhkan tim penyerbu.
Pasukan bergerak membagi peran, sebagian mengamankan perimeter luar dan tim inti memasuki gedung untuk membebaskan sandera.
Dalam waktu singkat, seluruh kelompok bersenjata berhasil dilumpuhkan melalui rangkaian tindakan taktis yang diperagakan para prajurit.
Sebanyak 15 sandera kemudian berhasil dievakuasi menuju area aman dalam kondisi selamat tanpa mengalami cedera dalam skenario latihan tersebut.
“Latihan Puncak ini bertujuan menguji respons, kesiapan, dan efektivitas taktis pasukan saat menghadapi kondisi darurat,” kata Fahrul.
Baca Juga : Bupati Tagore Dukung Blended Finance, Kopi Gayo dan Arboretum Jadi Fokus Pengembangan
Menurutnya, latihan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh personel selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan ancaman keamanan.
“Kami ingin memastikan personel selalu siap kapan pun dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah,” tegasnya.
Jalannya simulasi ditangani jajaran perwira Yonif 114/SM, di antaranya Wadanyonif Mayor Inf Rusmanto, S.S.T.Han., selaku Wadanlat.
Kemudian Pasi 1/Intel Kapten Inf M. Reza Noorwindyaz, S.Tr.(Han)., M.I.P., Pasi 2/Ops Letda Inf Tarla Raswanda, S.Tr.(Han).
Selanjutnya Pasi 3/Pers Lettu Inf Sumali sebagai koordinator dan Pasi 4/Log Letda Inf Achmad Rinto sebagai Pasi Minlog.
Aksi profesional prajurit Raider dalam peragaan tersebut disaksikan langsung pegawai dan staf lingkungan Kantor Bupati Bener Meriah.
Para pegawai turut menyaksikan ketangkasan prajurit TNI AD menjalankan setiap tahapan operasi pembebasan sandera secara terukur.
Yonif 114/SM menegaskan kesiapan bergerak cepat, tepat, dan terukur menjaga kondusivitas keamanan wilayah serta kedaulatan negara.
Kesiapsiagaan tersebut juga diarahkan menghadapi kemungkinan ancaman pihak anarkis maupun bibit separatisme, khususnya Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Secara umum, kesiapan satuan juga diarahkan mendukung terciptanya keamanan dan stabilitas di seluruh wilayah Provinsi Aceh. (Wen)













