BENER MERIAH (RG) — Kepercayaan kembali diberikan kepada Mohd Amin untuk memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Bener Meriah. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) V yang berlangsung di Hotel Bayu Hill, Minggu (11/10/2026).
Terpilihnya kembali Mohd Amin menandai babak baru perjalanan Golkar di Kabupaten Bener Meriah. Di tengah dinamika politik daerah, kepemimpinan yang kembali dipercayakan kepadanya diharapkan mampu memperkuat persatuan kader sekaligus mendekatkan partai dengan masyarakat.
Penetapan secara aklamasi tersebut berlangsung tanpa pemungutan suara. Keputusan itu sekaligus menempatkan Mohd Amin pada tanggung jawab untuk melanjutkan konsolidasi organisasi, mengevaluasi program kerja sebelumnya, serta merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan politik ke depan.
Musda V Golkar Bener Meriah dihadiri sekitar 150 peserta dan undangan. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar, Sekretaris DPD Golkar Aceh Sabri Badrudin, Ketua DPRK Bener Meriah M. Saleh, serta anggota DPR Aceh dari Partai Golkar, Diana Putri Amelia dan Khalid.
Kehadiran anggota DPRK dari Golkar serta perwakilan partai politik lain, seperti Hanura, NasDem, PKB, PNA, PSI, dan PDI, menambah suasana kebersamaan dalam agenda konsolidasi partai tersebut.
Dalam sambutannya sebelum pemilihan, Mohd Amin menegaskan bahwa Musda bukan sekadar forum untuk menentukan ketua, melainkan kesempatan bagi seluruh kader mengevaluasi perjalanan organisasi dan menyusun arah perjuangan berikutnya.
Ia mengingatkan agar kepentingan partai dan masyarakat selalu ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Menurutnya, keputusan Musda harus menjadi pedoman yang benar-benar dilaksanakan, bukan hanya menjadi dokumen organisasi.
Soliditas kader, kata dia, menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan partai dan memastikan setiap program yang dirancang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bener Meriah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepercayaan yang diberikan melalui aklamasi tidak berhenti pada penetapan nama ketua. Tantangan sesungguhnya terletak pada kemampuan kepengurusan baru membangun kerja sama, menjaga kekompakan, dan menghadirkan kegiatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar dalam kesempatan itu berharap kepengurusan Golkar yang baru dapat membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur politik.
Menurut Tagore, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Partai politik memiliki peran penting dalam menyerap aspirasi warga, menyampaikan berbagai persoalan masyarakat, serta mendorong kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik.
Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Aceh Sabri Badrudin mengingatkan pengurus terpilih agar terus menjaga kekompakan dan memperkuat koordinasi internal. Ia juga menekankan pentingnya menjalankan keputusan Musda secara konsisten serta merangkul seluruh kader, termasuk mereka yang memiliki pandangan berbeda selama proses musyawarah.
Bagi Golkar Bener Meriah, terpilihnya kembali Mohd Amin menjadi momentum untuk memperkuat fondasi organisasi. Kaderisasi, penyusunan program kerja yang terukur, dan komunikasi yang berkelanjutan dengan masyarakat menjadi pekerjaan penting yang menanti kepengurusan baru.
Musda V pun tidak hanya menjadi penutup proses pemilihan ketua, tetapi juga awal dari tanggung jawab politik yang lebih besar. Kepercayaan kader kepada Mohd Amin kini ditunggu pembuktiannya melalui kerja nyata, kebersamaan, dan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Bener Meriah.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bendera Partai Golkar kepada Mohd Amin oleh Sekretaris Golkar Aceh, dilanjutkan dengan foto bersama. (Uri)













