Sekda Riswandika Dampingi Tim Monev Khusus PRR Tinjau Lokasi Bencana di Bener Meriah

Tim Monev Khusus PRR Tinjau Lokasi Bencana di Bener Meriah
Sekda Bener Meriah Riswandika Putra bersama Tim Monev Khusus PRR mengunjungi sejumlah lokasi terdampak bencana untuk meninjau kondisi infrastruktur dan mengevaluasi percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Bener Meriah.

REDELONG – Sekretaris Daerah Bener Meriah, Riswandika Putra, mendampingi Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Khusus Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) meninjau lokasi bencana, Kamis (8/10/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan mengevaluasi kondisi sarana dan prasarana terdampak bencana hidrometeorologi sekaligus memantau perkembangan penanganan pascabencana di Kabupaten Bener Meriah.

Tim Monev Khusus PRR dipimpin Brigjen TNI Topri Daeng Balaw, S.I.P., bersama Wakil Koordinator Wilayah Aceh I Kolonel Laut (KH) Uus Rohimat, S.Ag., M.M., M.Han., serta sejumlah anggota tim terkait.

Turut mendampingi peninjauan tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Alfahmi, S.T., M.A.P., Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanahan Yowa Abardani Lauta, S.H., M.H., dan perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan, Ida Mutiarsih.

Rombongan mengunjungi sejumlah lokasi terdampak bencana untuk melihat langsung kondisi kerusakan serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan yang memerlukan perhatian pemerintah.

Peninjauan lapangan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kondisi serta kebutuhan masyarakat terdampak.

Tim Monev PRR Tinjau Kolam Ikan dan Infrastruktur Terdampak

Lokasi pertama yang dikunjungi rombongan ialah kolam ikan terdampak bencana di Desa Ujung Gele, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Di lokasi tersebut, tim melihat kondisi kolam ikan yang mengalami dampak bencana sekaligus mengevaluasi kebutuhan pemulihan sektor perikanan masyarakat setempat.

Peninjauan kemudian berlanjut menuju Jembatan Semayon di Desa Reje Guru, Kecamatan Bukit, untuk melihat kondisi infrastruktur penghubung yang terdampak.

Rombongan juga mendatangi jembatan di Desa Sukarame, Kecamatan Wih Pesam, guna memeriksa kondisi lapangan serta kebutuhan penanganan infrastruktur tersebut.

Melalui kunjungan tersebut, Tim Monev Khusus PRR berupaya memperoleh gambaran langsung mengenai dampak bencana terhadap fasilitas umum dan aktivitas masyarakat.

Baca Juga : Bupati Tagore Ungkap Sejarah dan Budaya Gayo dalam Dialog Budaya 2026

Hasil pemantauan lapangan diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah penanganan, termasuk mengidentifikasi kendala yang berpotensi menghambat proses pemulihan.

Perkuat Koordinasi Percepatan Pemulihan Pascabencana

Sekda Riswandika Putra mendampingi tim untuk memastikan kondisi dan kebutuhan daerah terdampak dapat disampaikan melalui koordinasi bersama pemerintah pusat dan instansi terkait.

Monitoring dan evaluasi tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan kondisi lapangan sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi.

Pemerintah daerah berharap setiap persoalan yang ditemukan selama peninjauan dapat segera dikoordinasikan, sehingga penanganan pascabencana berlangsung tepat sasaran dan sesuai prioritas kebutuhan masyarakat.

Selain memperbaiki infrastruktur, upaya pemulihan juga perlu memperhatikan keberlangsungan aktivitas ekonomi warga yang terdampak, termasuk masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan.

Pemkab Bener Meriah terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, TNI, Polri, serta seluruh instansi terkait untuk mempercepat pemulihan wilayah.

Melalui koordinasi berkelanjutan dan pemantauan langsung, pemerintah berharap pembangunan kembali fasilitas terdampak dapat berjalan optimal serta mendukung pemulihan kehidupan masyarakat.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan penanganan pascabencana di Bener Meriah berjalan terarah, terkoordinasi, dan berdasarkan kebutuhan lapangan.