Bener Meriah— Muhtar Efendi, warga Kabupaten Bener Meriah, memberikan klarifikasi terkait beredarnya percakapan Facebook dan foto keluarganya yang diunggah ke media sosial.
Muhtar menjelaskan, persoalan tersebut bermula ketika dirinya menerima pesan melalui akun Facebook yang mengatasnamakan Putri Indriani.
Menurut Muhtar, dirinya pada awalnya hanya iseng meladeni percakapan tersebut. Ia mengaku membalas pesan yang masuk tanpa maksud serius dan tidak menyangka percakapan itu kemudian menimbulkan persoalan.
“Saya awalnya hanya iseng meladeni chat tersebut. Saya membalasnya juga tidak serius,” ujar Muhtar.
Ia menegaskan, percakapan tersebut bukan dirinya yang memulai. Menurut keterangannya, akun yang mengatasnamakan Putri Indriani terlebih dahulu menghubunginya melalui pesan pribadi Facebook.
Percakapan kemudian berlanjut hingga pemilik akun tersebut meminta uang sebesar Rp500 ribu kepada Muhtar. Ia mengaku permintaan itu disertai ancaman bahwa isi percakapan akan dinaikkan atau disebarluaskan melalui akun media sosial Kabar Gayo apabila uang tersebut tidak diberikan.
Selain meminta uang, akun tersebut juga disebut menyampaikan bahwa video call baru akan dilakukan setelah Muhtar mengirimkan uang yang diminta.
Muhtar memilih tidak memenuhi permintaan tersebut karena merasa curiga. Setelah dirinya tidak melakukan transfer, akun yang mengatasnamakan Putri Indriani kemudian mengunggah percakapan dan sejumlah foto keluarga Muhtar ke media sosial.
Beredarnya unggahan tersebut kemudian menimbulkan kesalahpahaman. Muhtar mengaku dirinya dituding sebagai pelakor dan mendapat komentar yang menyudutkan karena dianggap telah memiliki istri tetapi masih melakukan percakapan dengan perempuan lain.
Muhtar membantah tudingan tersebut. Ia kembali menegaskan bahwa dirinya hanya membalas pesan yang lebih dahulu dikirimkan oleh akun tersebut dan sejak awal tidak menganggap percakapan itu sebagai hubungan serius.
“Saya dituding tidak tahu malu karena sudah punya istri tetapi masih chat dengan orang lain. Padahal, akun tersebut yang menghubungi saya terlebih dahulu. Saya hanya iseng membalas dan tidak serius,” katanya.
Muhtar mengatakan, penyebaran percakapan dan foto keluarganya telah menimbulkan dampak terhadap kehidupan pribadinya. Ia mengaku banyak dihubungi kerabat dan keluarga yang mempertanyakan persoalan tersebut.
Baca Juga : Paripurna DPRK Setujui Pertanggungjawaban APBK 2025 dan Qanun Majelis Adat Gayo
Menurutnya, kondisi tersebut juga menimbulkan kegaduhan dan kesalahpahaman di dalam rumah tangga.
Atas kejadian tersebut, Muhtar berharap admin Kabar Gayo dapat menghapus unggahan yang memuat percakapan pribadi serta foto keluarganya.
Ia juga berharap pengelola akun Kabar Gayo lebih berhati-hati dalam menerima dan mempublikasikan konten dari akun yang belum jelas identitasnya.
“Harapan saya, akun Kabar Gayo tidak memfasilitasi akun yang diduga palsu atau bodong untuk bebas melakukan postingan yang dapat merugikan orang lain,” ujar Muhtar.
Menurut Muhtar, setiap informasi yang akan dipublikasikan sebaiknya terlebih dahulu diverifikasi agar tidak merugikan pihak tertentu, terutama ketika menyangkut percakapan pribadi dan foto keluarga.
Muhtar menilai, penyebaran foto keluarga dan percakapan pribadi tanpa konteks yang lengkap telah merugikan dirinya dan keluarganya.
Ia juga menyatakan siap menempuh jalur hukum apabila unggahan tersebut tidak dihapus.
“Saya berharap postingan tersebut bisa dihapus agar persoalan ini tidak semakin panjang. Namun, jika tidak dihapus, saya siap menempuh jalur hukum,” tegas Muhtar.
Muhtar menyampaikan klarifikasi tersebut untuk meluruskan informasi yang berkembang sekaligus meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan tangkapan layar percakapan yang beredar di media sosial.
Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan tidak lagi menimbulkan dampak terhadap dirinya maupun keluarganya. (win)















